Generasi Terakhir Agama

cadar
Ilustrasi: wajibbaca.com

Gadis muda dengan hijab panjang menutupi kaki. Perlahan langkahnya semakin dekat di telinga, berdiri menghampiri aku yang sendiri, malam ini, di sudut sepi Kota Mataram.

Sedikit membuka cadar bibirnya. Hingga jelas bibir merah jambu itu merona pancarkan pesona. Sedikit ragu mencoba pecahkan khayalanku malam ini. Dan bertanya mengapa aku di sini? Sembari aku nyalakan rokok yang mati akibat kasarnya angin malam, aku menjawab: “Itu pertanyaanku.”

Gadis berhijab hitam itu sedikit mengangkat kepalanya, menikmati pesona luasnya kota, menikmati kesunyian, dan menatap jauhnya keramaian kota.

“Boleh aku minta rokokmu?” Pinta Si Gadis.

Suatu alasan rasional untuk tidak menjawab pertanyaanku, dan sekaligus suatu pertanyaan.

Dia pun menyalakan rokok yang kuberikan. Bibir manisnya pancarkan sejuta pertanyaan tentang siapa dia. Tarikan lembut menghisap sebatang rokok, dan mengeluarkan asap dari bibir indahnya. Seakan dia menolak kejenuhan malam ini.

Sekali tarikan lagi, dia membuka ruang bicara denganku. Dia bertanya: “Tahukah kamu apa itu alim?”

“Berguna” Jawabku..

“Ya, berguna untuk umat manusia” balasnya.

Tak henti dia bertanya, entah akan bermuara kemana.

“Lantas, siapa saja orang alim di dunia ini?” Tanya Si Gadis.

“Michael Faraday penemu listrik, Antonio Meucci penemu telepon atau Kevin Systrom dan Mike Krieger sang pendiri Instagram. Mereka semua alim” Jawabku.

“Lantas apakah kita pernah berterimakasih pada mereka, atau setidaknya kita mendoakan mereka atas manfaat yang sangat besar yang telah mereka sumbangkan bagi dunia kontemporer ini?!!”┬áDengan nada tinggi si gadis bertanya.

Orientasi pertanyaan gadis berhijab hitam itu menggambarkan kejenuhannya pada ambisi manusia. Seakan menuding bahwa agama penyumbang peperangan terbesar di bumi ini.

Jika membenarkan teori kebodohan yang menyatakan agama itu lahir dari ketakutan akibat peperangan terus menerus, maka justru masa kini agama menjadi penyumbang peperangan terbesar di bumi. Walaupun akarnya adalah ambisi dan kekayaan.

“Mungkin aku adalah generasi terakhir agama” Tutur Si Gadis.

Si Gadis berhijab hitam pergi meninggalkanku dalam kesunyian malam ini.

(CERPEN) 4 Januari 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s