Main Catur Bersama Tuhan

catur-660x330
Ilustrasi: chessvicky.com

Minggu Sore aku menemani Tuhan bermain catur, berkat sedikit pengalaman melawan komputer dengan jurus undo, aku beranikan diri memajukan bidak-bidak hitamku. Baru memajukan 3 pion, lawanku sudah memajukan ratu, berhasrat ingin cepat membunuhku.

Di sela neuron-neuron pada otak berpikir untuk melangkahkan para bidak, aku melepaskan pertanyaan pada Tuhan:

“Kemarin ada toko membuka lowongan kerja, mencari pegawai dengan syarat tidak beragama x…”

“Wah… Itu rasis!!” jawabnya

“Tapi ini justru untuk toleransi, karena karyawan x sudah terlalu banyak. Bagaimana ketika mereka merayakan perayaan keagamaan, siapa yang menjaga toko? di sisi lain toko harus tetap dibuka demi pelayanan kebutuhan saat perayaan nanti”

“Ow.. Gitu, bagus lah” jawabnya

Terkadang memang nilai dari ucapan terlalu dini untuk diberi keputusan salah dan benar, sehingga yang seharusnya benar diberikan label sesat.

Aku melanjutkan pertanyaan terkait dengan “cinta” dan bertanya:

“Apakah takdir mempengaruhi cinta?”

Tuhan menjawab, bahwa cinta memang dipengaruhi oleh takdir, artinya ada kausa prima yang menentukan cinta itu, yaitu Tuhan sendiri.

Dan akhirnya akupun memahami bahwa LGBT adalah takdir yang diberikan dengan indahnya.

“Skak!!!”

Akhirnya aku berhasil mengalahkan Tuhan dalam permainan catur Sore ini. Bersiap malam nanti melawan Tuhan-tuhan lainnya dalam permainan catur. Yaitu setiap orang yang merasa dirinya paling benar layaknya Tuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s